Cerita Seks Desahan 2 Wanita | Cerita Sex 2016
Breaking News
Home / Cerita Seks Sesama Jenis / Cerita Seks Desahan 2 Wanita

Cerita Seks Desahan 2 Wanita

Tempat berbagi Cerita & Foto Sex, Dewasa, ABG, HOT, Tips Bercinta : Cerita Seks Desahan 2 Wanita. Lina adalah salah satu mahasiswi di kota Gudeg, karena sudah waktunya libur kuliah dia memanfaatkan untuk PKL di salah satu industry di kota Jateng, setelah diterima PKL ditempat tersebut dia bingung untuk mencari tempat tinggal sementara , maka dari itu dia dijadikan satu oleh direksi industry tersebut untuk tinggal bersama Devi salah satu karyawati yang sudah lama bekerja di perusahaan tersebut.

Cerita Seks Desahan 2 Wanita

cerita sex Lesbi, Ngentot Lesbi, Lesbi Mesum, cerita hot Lesbi, cerita Lesbi hot, kumpulan cerita Lesbi hot, cerita x Lesbi, cerita seks Lesbi, cerita Lesbi haus

Malam itu Lina telah tiba di rumah Devi dan langsung dijamu dengan makan malam. Mereka berdua berbincang-bincang mengenai banyak hal. Selesai makan malam pun mereka masih asyik berbincang-bincang. Selama berbincang-bincang tersebut Lina sesekali melirik kedua payudara Devi yang berukuran 40. Kedua payudara Devi yang dilapisi bra berwarna hitam dan kaos putih ketat itu membuat iri Lina. Dia iri karena kedua payudaranya hanya berukuran 32.

“Kenapa Ris?” Tanya Devi yang rupanya memperhatikan lirikan mata Lina.

“Nggak kok.” Elak Lina sambil tersenyum.

“Jujur saja. Aku tahu apa yang kau pikirkan.”

“Bener mbak. Nggak apa-apa kok.” Lina masih mengelak. Dia juga menyebut Mbak kepada Devi meskipun dia lebih tua dari Devi. Lina sendiri yang minta untuk memanggil Devi dengan sebutan Mbak ketika tiba di rumah Devi karena alasan senioritas. Devi telah bekerja sedangkan dia masih kuliah.

“Kamu heran ya? Kenapa kedua payudaraku lain dengan kedua payudaramu?”

“Iya. Diapakan mbak? Pakai obat ya mbak?” Tanya Lina yang rambut lurus cepaknya berwarna kemerah-merahan.

“Pakai oil.” Jawab Devi singkat.

“Boleh minta?”

Devi hanya mengangguk dan berdiri dari kursi menuju kamarnya.

“Nggak usah sekarang mbak. Besok saja. Lina sudah ngantuk. Mau tidur. Besok kan mulai kerja.” Cegah Lina yang juga berdiri dari kursi.

Devi yang rambut panjangnya berombak dan hitam serta diikat membalikkan tubuhnya dan membereskan meja makan dibantu oleh Lina sambil membicarakan masalah-masalah pekerjaan besok. Setelah itu mereka berdua menonton televisi. Hanya sebentar Lina menonton televisi. Devi menyuruh Lina tidur di kamar yang telah disiapkannya. Dia sendiri juga menyusul tidur.

Lina yang masih lelah karena perjalanan dari Yogya berusaha tidur. Bayangan kedua payudara Devi yang besar membuatnya sulit tidur. Akhirnya setelah beberapa saat dia pun tertidur. Pagi harinya dia terbangun. Dia lalu menuju dapur. Disana telah ada Devi yang tingginya sama dengan tingginya, yaitu sekitar 165 cm. Beratnya saja yang beda. Beratnya sekitar 48 kg. Sedangkan berat Devi sekitar 50 kg. Dia sedang membuat teh. Lina menghampirinya. Devi yang menyadari kedatangan Lina lalu berbalik.
“Bagaimana? Bisa tidur nggak?” Tanya Devi.

“Nggak bisa mbak. Ingat payudara Mbak sih.” Jawab Devi sambil tersenyum yang dibalas oleh Devi dengan senyuman. Kemudian lanjutnya.

“Boleh nggak mbak, Lina lihat kedua payudara mbak?”

Tanpa menunggu persetujuan Devi, Lina sudah membuka ikatan kimono tidur berwarna coklat yang dipakai Devi. Rupanya tubuh berkulit sawo matang tersebut hanya memakai celana dalam berwarna putih. Devi juga membuka ikatan kimono tidur berwarna hitam yang dipakai Lina. Sama dengan dirinya.

Lina yang berkulit putih mulus juga hanya memakai celana dalam berwarna kuning. Mereka berdua menjatuhkan kimono masing-masing ke lantai. Dan Lina langsung membelai payudara kanan Devi.
“Eeehmm..” Desah Devi.

Devi lalu membalikkan tubuh Lina. Dibelainya tato bergambar kepala cewek di punggung sebelah kanan Lina. Dia lalu membelai paha kiri Lina dengan tangan kirinya.

“Eeehmm..” Desah Lina.

Lalu diturunkannya celana dalam yang dipakai Lina sampai terlepas dari tubuhnya. Kemudian giliran Lina yang menurunkan celana dalam yang dipakai Lina sampai terlepas juga dari tubuhnya. Lina lalu jongkok dan membelai belahan kedua payudara Devi dengan tangan kanannya.

“Eeehmm..” Desah Devi.

Tangan kiri Devi lalu memegang tangan kanan Lina dan diremaskannya ke payudara kirinya.

“Ooohh..” Desah Devi.

Lina lalu mundur dan duduk di kursi sambil menarik tubuh Devi. Sambil duduk dia menjilati payudara kanan Devi.

“Eeehmm..” Desah Devi.

Tangan kirinya membelai vagina Devi. Tangan kirinya lalu meremas payudara kanan Devi dan lidahnya menjilati puting payudara kanan Devi.

“Ooohh..aahh..oohh..eehmm..” Desah Devi.

Beberapa saat kemudian Lina membalikkan tubuh Devi. Dari belakang kedua tangannya lalu membelai kedua payudara Devi dan dilanjutkan dengan meremas kedua payudara Devi.

“Eeehmm..oohh..” Desah Devi.

“Sudah Ris. Nanti kita terlambat. Kita kan belum mandi dan sarapan.” Kata Devi sambil melepaskan diri dari jamahan Lina. Kemudian Devi masuk ke kamar mandi yang tepat berada di samping dapur. Lina mengikutinya.

“Bolehkah aku ikut mandi dengan mbak?” Tanya Lina yang masih berdiri di pintu kamar mandi.
Devi yang sedang mandi di bawah pancuran hanya menganggukan kepala sambil tersenyum menantang. Lina kemudian bergabung mandi dibawah pancuran. Dia langsung disambut dengan Devi yang menempelkan tubuhnya ke tubuh Lina. Dia mematikan pancuran dan tangan kirinya membelai vagina Lina dan tangan kanannya memeluk pinggang Lina.

“Ooohh..aahh..” Desah Lina.

Kemudian Devi semakin merapatkan tubuhnya yang basah ke tubuh Lina yang juga basah. Kedua payudaranya menempel di kedua payudara Lina yang kecil.

“Ooouhh..” Mereka berdua sama-sama mendesah.

Bibirnya ditempelkan juga ke bibir Lina. Mereka berdua berciuman dan saling berjilatan lidah. Tiba-tiba Lina terpeleset. Untung dia bisa cepat menguasai tubuhnya sehingga dia tidak merasa kesakitan. Tapi dia tidak segera berdiri.

Dia ingin Devi menolongnya. Dengan harapan dia dapat menarik tubuh Devi supaya ikut terjatuh. Ternyata Devi mengambil selang pancuran dan airnya disemprotkan ke vagina Lina. Hanya sebentar. Dia lalu berjongkok dan menyabuni vagina Lina dengan sabun.

Diciumnya juga bibir Lina yang membalas dengan hebatnya. Lama sekali Devi menyabuni vagina Lina sambil sesekali jari tengah tangan kanannya dimasukkan ke vagina Lina. Sementara tangan kirinya menuangkan sabun cair ke dalam bathtub.

Lalu Devi menarik tubuh Lina untuk masuk ke dalam bathtub. Mereka berdua lalu saling mengusapkan busa sabun ke tubuh mereka. Sesekali mereka berdua berciuman sambil saling menjilatkan lidah. Mereka berdua juga saling berpelukan dan menempelkan kedua payudara mereka.

“Ooouhh..” Mereka berdua sama-sama mendesah.

Kemudian Lina membersihkan busa sabun yang berada di kedua payudara Devi dengan kedua tangannya. Dijilatinya puting payudara kanan Devi.

“Eeehmm..” Desah Devi.

Perlakuan Lina membuat tubuh Devi semakin naik dan menjadikan dia berdiri dengan bersandar pada dinding kamar mandi. Lina sudah tidak lagi menjilati puting payudara kanan Devi. Kini dia membersihkan busa sabun di vagina Devi dengan air. Lalu dia menghisap vagina Devi dengan lidahnya.

“Aaaghh..oohh..” Desah Devi.

Devi hanya bisa meremas-remas sendiri kedua payudaranya dengan kedua tangannya. Sesekali tangan kiri Lina juga meremas payudara kiri Devi.

“Ooohh..” Desah Devi.

Mulutnya naik kembali ke atas dan menghisap payudara kiri Devi sambil jari tengah tangan kanannya mengocok vagina Devi.

“Oooughh..aahh..oouhh..” Desah Devi.

Dia lalu menempelkan kedua payudaranya ke kedua payudara Devi.

“Ooouhh..”

Dipeluknya Devi sambil menjilati lehernya. Tangan kiri Devi juga meremas pantat Lina.

“Eeehmm..” Mereka berdua sama-sama mendesah.

Lina kemudian menyodorkan payudara kanannya yang kecil ke mulut Devi yang mau saja menghisapnya.
“Oooughh..” Desah Lina.

Tetapi hanya sebentar. Devi menuntun Lina untuk membungkuk dengan kedua tangan berpegangan pada dinding kamar mandi. Digesek-gesekannya kedua payudaranya ke punggung Lina.

“Ooouhh..” Desah Devi.

Mereka berdua kemudian sadar bahwa mereka akan bekerja. Sehingga akhirnya mereka menyudahi permainannya. Mereka berdua kemudian mandi sambil sesekali masih saling membelai tubuh mereka. Terutama Lina yang sering membelai kedua payudara Devi bergantian. Dia terpesona dengan kedua payudara Devi yang besar.

Sore harinya ketika pulang dari bekerja. Permainan mereka berdua berlanjut kembali.

“Mbak. Minta oilnya dong.” Kata Lina.

“Sini.” Kata Devi sambil menarik Lina ke kamarnya.

“Buka semua pakaianmu.” Lanjut Devi.

Lina hanya menurut saja. Dia membuka semua pakaiannya. Ternyata Devi juga membuka semua pakaiannya. Kecuali celana dalam. Devi lalu mengambil sebuah botol dari lemarinya. Botol yang bertuliskan Breast Oil.

Kemudian dihampirinya Lina yang sedang melepas miniset yang dipakainya. Dia tinggal memakai celana dalam. Devi kemudian memegang payudara kanan Lina dan menuangkan isi botol ke payudara kanan Lina setelah membuka tutupnya. Tangan kirinya kemudian meremas-remas payudara kanan Lina.

“Ooohh..” Desah Lina.

Kemudian remasan tangan kirinya berpindah ke payudara kiri Lina.

“Ooohh..” Desah Lina.

Dia lalu membalikkan tubuh Lina dan menuangkan isi botol ke punggungg Lina. Diletakkannya botol itu ke meja dan dengan kedua tangannya diratakannya cairan itu ke seluruh tubuh Lina baDevin atas.

“Eeehmm..” Desah Lina.

Lalu dibalikkan kembali tubuh Lina sambil tangan kanannya mengambil botol di meja. Diserahkannya botol itu ke Lina.

“Gantian ya.” Kata Devi.

Lina hanya mengangguk sambil menerima botol itu dari tangan Devi. Dia kemudian menuangkan isi botol ke kedua payudara Devi sekaligus dalam jumlah besar. Kemudian dilemparkannya botol itu ke tempat tidur setelah ditutup. Kedua tangannya kemudian meratakan cairan itu ke seluruh tubuh Devi baDevin atas terutama ke kedua payudara Devi.

“Eeehmm..oohh..” Desah Devi.

Setelah dirasa cukup, Devi lalu memeluk Lina dan menggesek-gesekkan kedua payudaranya ke kedua payudara Lina selama beberapa menit.

“Ooouhh..”

Lalu mereka berdua melepaskan pelukan dan saling meremas kedua payudaranya.

“Ooohh..”

Devi menghentikan remasannya pada kedua payudara Lina. Dia keluar kamar dan mengambil dua botol air mineral dari kulkas. Dia masuk kembali ke kamar dan dilihatnya Lina masih meremas sendiri kedua payudaranya.

“Ooohh..” Desah Lina.

Di depan Lina, Devi membuka salah satu botol dan dengan menari-nari dia mengucurkan sedikit demi sedikit air itu ke kedua payudaranya. Devi membersihkan cairan dengan air mineral itu.

“Eeehmm..” Desah Devi.

Lina tertarik dan mengambil botol satunya dari tangan Devi. Dengan berhadap-hadapan Lina juga membersihkan cairan pada kedua payudaranya sendiri.

“Eeehmm..” Desah Lina.

Devi melihat sebuah kesempatan. Tangan kirinya meremas dan menjilati payudara kanan Lina yang bertambah besar dari biasanya meskipun tidak sebesar dari yang dia punya.

“Ooohh..eehmm..” Desah Lina.

Dibalikkannya tubuh Lina dan dari belakang tangan kirinya meremas kedua payudara Lina bergantian.
“Ooohh..” Desah Lina.

Sementara tangan kanannya masih mengucurkan air dari botol. Tangan kanan Lina juga mengucurkan air ke kedua payudaranya. Tubuh mereka berdua basah dan Lina membalikkan tubuhnya. Dipeluknya Devi. Kedua payudara mereka yang berbeda ukuran menempel dan saling menggesek.

“Ooouhh..” Mereka berdua sama-sama mendesah.

Hampir tiap hari Devi meremas kedua payudara Lina dengan Breast Oil yang berlanjut dengan percumbuan yang sangat panas.. Sampai akhirnya kedua payudara Lina sama besarnya dengan kedua payudaranya bertepatan dengan berakhirnya masa kerja praktek Lina di tempat Devi bekerja.

cerita dewasa, kumpulan cerita sex, blowjob, handjob, cerita sex dewasa, cerita seks dewasa, tante girang, daun muda, pemerkoHeri, cerita seks artis,cerita sex artis, cerita porno artis,cerita hot artis, cerita sex, cerita kenikmatan,cerita bokep, cerita ngentot,cerita hot, bacaan seks, cerita, Kumpulan Cerita Seks, onani dan Masturbasi, cerita seks tante,blog cerita seks, seks,sedarah seks, cerita 17 tahun,cerita bokep

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*