Cerita Seks Fariha diperkosa Guru | Cerita Sex 2016
Breaking News
Home / Cerita Seks Pemerkosaan / Cerita Seks Fariha diperkosa Guru

Cerita Seks Fariha diperkosa Guru

Tempat berbagi Cerita & Foto Sex, Dewasa, ABG, HOT, Tips Bercinta : Cerita Seks Fariha diperkosa Guru. Seperti biasa pada pagi yang cerah Fariha bersiap untuk berangkat sekolah. Fariha S, gadis cantik bertubuh tinggi, sexy dan putih mulus. Gadis berkacamata ini cukup pintar dan rajin dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Dia dikenal sebagai gadis nomor satu disekolahnya. Sifatnya yang tomboy memudahkan para teman prianya untuk menikmati tubuh Fariha dengan memandangi payudara, paha, pinggul, ketiak dan pantatnya yang besar. Karena Fariha sangat mudah bergaul dengan anak cowok. Tinggi Fariha sekitar 168 cm, dan beratnya 55 kg.

Cerita Seks Fariha diperkosa Guru

kumpulan cerita sex perkosaan, cerita perkosaan sadis, cerita perkosaan nikmat, cerita perkosaan bergambar, cerita perkosaan paksa, cerita perkosaan enak, cerita perkosaan mahasiswi, cerita nyata perkosaan, cerita cerita perkosaan, cerita perkosaan pelajar, cerita perkosaan nyata, cerita perkosaan di hotel, cerita perkosaan wanita, cerita orang perkosaan, cerita perkosaan baru, cerita cinta perkosaan, cerita perkosaan pacar

Fariha memang mempunyai tubuh yang paling sempurna di sekolahnya. Dengan ukuran bra 36B, ia kadang tidak memakai bra untuk menyangga susunya ketika bermain dengan teman-temannya. Para teman cowoknya yang beruntung saat itu, akan dapat menikmati pemandangan yang membuat jakun pria naik turun.

Mereka berharap bisa menjamah kantong susu itu, dan meminum susunya. Meskipun tidak mengenakan bra, susu Fariha yang hanya ditutupi kaos terlihat kencang dan tegak. Itu karena Fariha rajin berolahraga, baik itu push-up, sit-up, jogging, basket, dll. Sehingga susunya pun sangat padat dan kenyal. Tapi yang paling menonjol adalah buah pantatnya yang besar dan luar biasa montok.

Fariha terpilih mempunyai pantat terindah oleh teman-teman cowoknya. Disamping itu Fariha selalu memakai rok birunya yang ketat, pantatnyapun bergantian naik-turun ketika ia berjalan. Garis celana dalamnya tercetak jelas di belakang roknya, menandakan betapa padat dan montoknya pantatnya.

Selama proses belajar mengajar, para guru laki-laki yang mengajarnya sering memperhatikan Belahan payudara Fariha yang kadang terlihat sedikit menyembul keluar, dan roknya yang tersingkap sehingga pahanya yang putih mulus terpampang jelas dimata gurunya. Fariha kadang sengaja membiarkan beberapa bagian tubuhnya diamati.

Fariha mempunyai pinggul yang lebar, pantat yang sekal dan paha yang besar dan gempal menggairahkan. bahkan tidak jarang teman-teman cowok dikelasnya yang nekat masturbasi dikelas ketika sedang jam pelajaran, karena tidak tahan melihat paha atau pantat Fariha didepannya.

Fariha sangat bersemangat disekolahnya. Ia aktif mengikuti kegiatan ekstra di sekolahnya seperti pramuka dan paskibraka. Fariha sekolah di sebuah SMU swasta yang terkenal dikotanya, sekarang ia kelas 3.

Pagi sekali sekitar pukul 06. 30 dia sudah menunggu angkutan kota menuju sekolahan nya, jarak sekolahnya tidak terlalu jauh sekitar 5 km. Apalagi nanti ada upacara. Tiba-tiba ketika Fariha sedang asyik-asyiknya jalan sendiri sambil baca buku pelajaran, ada seorang naik mobil menghampirinya.

“Halo Fariha kok jalan?”, tanya si pengendara mobil itu yang ternyata adalah Pak Bambang guru Fisikanya.

“Lho Bapak kok jam segini sudah berangkat?” tanya Fariha spontan.

“Iya saya habis nginap di tempat saudara, takutnya telat. Kalo mo ke sekolah, ayo ikut Bapak saja” ajak Pak Bambang.

Karena Fariha sudah kenal benar dgn yang namanya Pak Bambang. Akhirnya mau juga nebeng Pak Bambang. Tapi Fariha nggak tahu disitulah awal bencana bagi Fariha.

“Dik Fariha nggak keberatan khan kalau kita mampir dulu ke rumah adik saya, soalnya saya baru ingat kalau buku laporan saya tertinggal di sana?” Pak Bambang membuat alasan. “Iya Pak tapi cepetan yah, biar nggak telat”

Tiba-tiba Pak Bambang mempercepat kecepatan mobilnya dengan sangat tinggi dan arahnya ke rumah kosong di pedesaan yang jarang terjamah orang.

Sesampainya disitu Fariha ditarik dengan paksa masuk ke dalam rumah kosong dan disitu sudah ada Pak Wahyu, Pak Joko yang merupakan wali kelas Fariha yang sudah lama mengamati Fariha dan nggak ketinggalan kepala sekolah Pak Budi dan wakil kepala sekolahnya yang namanya Pak Dono.

Mereka semua nampaknya sudah menunggu semenjak tadi.

“Halo Fariha, sudah ditunggu dari tadi lho?”, seru salah seorang dari mereka.

“Apa-apaan nih? Apa yang Bapak-Bapak lakukan disini?”, Fariha mulai kebingungan. Fariha menjerit karena dia mulai digerayangi.

“******* tua bangka jangan coba-coba sentuh saya”.

“Diam, kamu pengin lulus nggak? Berani melawan perintah gurumu yah”, kata Pak Budi selaku guru Matematika.

Fariha mencoba melawan dengan memukuli dan menendang gurunya. Tapi Fariha kalah setelah ia dihantam perutnya oleh Pak Joko guru olahraganya, dan di gampar pipinya berkali-kali sampai Fariha kelenger hingga merah dan bibirnya berdarah. Fariha meringis kesakitan.

“Nah sekarang emut dan hisep ****** saya, ****** Pak Andi, ****** Pak Joko dan Pak Dono yang kenceng nyedotnya, kalo nggak saya obrak-abrik rahim kamu biar nggak bisa punya anak Mau?”,
Karena ketakutan akhirnya Fariha mengulum ****** para gurunya. Fariha menyedot penis mereka satu-persatu dengan bibirnya yang merah dan mulutnya yang mungil, sambil tangannya menggenggam penis para Bapak guru sambil mengocok-ngocoknya.

“Nah gitu terus yang enak ayo jangan berhenti, telen pejuhnya biar kamu tambah pinter”, seru Pak Bambang.

“Mmmphh, slerrpp, mmhh” Dengan terpaksa Fariha menghisap ******-****** mereka sampe mereka semua pada orgasme.

“Edan, nih cewek nyepongnya mantep banget Fariha, lo pasti sudah sering nyepongin ****** temen-temen lo yah? haa, ha, ha, ha”.

Guru Fariha satu persatu menyemburkan sperma mereka ke dalam mulut Fariha, dan mengalir ke tenggorokannya. Walaupun Fariha hampir muntah dia memaksakan untuk menelan pejuh kelima orang itu. Dia masih tak percaya dioral oleh gurunya sendiri.

Wajah Fariha mulai terlihat kelenger lagi, sepertinya ia mabuk sperma, merasakan mual pada perutnya.
Setelah mereka puas memperkosa mulut Fariha ternyata mereka langsung menelanjangi Fariha. Pak Dono memegang kedua tangan Fariha, Pak Budi memelorotkan rok abu-abunya, Pak Joko merobek pakaian dan kutang Fariha.

“Nih murid teteknya putih banget, gede lagi, putingnya coklat pasti manis nih Wahh, kenyal sekali, lembut banget Bapak-Bapak” Pak Joko mengomentari payudara Fariha, sambil mulai meremas-remas payudara Fariha.

Dalam sekejap Fariha sudah dalam keadaan tanpa busana.

“Jangan pak jangan, atau saya akan melapor ke polisi”, seru Fariha sambil teriak.

“Ooo, coba saja nanti, sekarang sebaiknya kamu persiapkan diri kamu untuk menerima pelajaran khusus” Seru Pak Budi sambil menjambak rambut Fariha.

Fariha sekarang hanya mengenakan celana dalam putih saja.

Ketika Pak Budi hendak beraksi tiba-tiba Pak Bambang protes, “karena saya yang dapat perek ini maka saya duluan yang memperkosanya.”

Tanpa membuang waktu lagi kini diputarnya tubuh Fariha menjadi tengkurap, kedua tangannya yang ditarik kebelakang menempel dipunggung sementara dada dan wajahnya menyentuh kasur.

Kedua tangan kasar Pak Bambang itu kini mengusap-usap bagian pantat Fariha, dirasakan olehnya pantat Fariha yang sekal. Sesekali tangannya menyabet pantat Fariha dengan keras, bagai seorang Ibu yang tengah menyabet pantat anaknya yang nakal “Plak, Plak.”.

“Wah sekal sekali pantat kamu Fariha, kenyal, gila nih Don, paha murid kita satu ini gede amat. Putihnya ya ampun, banyak bulu-bulu halusnya lagi di pahanya” ujar Pak Bambang sambil terus mengusap-usap dan memijit-mijit pantat Fariha sambil sesekali mencabuti bulu-bulu di paha Fariha yang putih gempal itu.
Fariha mengaduh kesakitan.

“Bakal mabuk nih kita nikmatin pantat segede gini, seperti bokong sapi aja.”

“Montoknya, ya ampun, gede, kenyal lagi” sambil memijat pantat Fariha yang memerah karena tamparan tangan Pak Bambang.

Pak Dono lalu menjilati dan menggigiti bongkahan pantat si Fariha.

“Aakhh, *******, keparat, jangan sentuh pantat gue”, Fariha membentak mereka.

“Plakk” sebuah tamparan sangat keras ke pipi Fariha.

“Diam kamu, pelacur pengin gue rontokin gigi putih loe”, Pak Dono balas membentak.

Fariha hanya diam pasrah, sementara tangisannya mulai terdengar. Tangisnya terdengar semakin keras ketika tangan kanan Pak Bambang secara perlahan-lahan mengusap kaki Fariha mulai dari betis naik terus kebagian paha lalu mengelus-elus paha mulus putih Fariha dan akhirnya menyusup masuk kedalam roknya hingga menyentuh kebagian selangkangannya.

“Jangan paak, saya mohon, saya masih perawan pakk”, Fariha teriak ketakutan.

Sesampainya dibagian itu, salah satu jari tangan kanan Pak Bambang, yaitu jari tengahnya menyusup masuk kecelana dalamnya dan langsung menyentuh kemaluannya. Kontan saja hal ini membuat badan Fariha agak menggeliat, dia mulai sedikit meronta-ronta, namun jari tengah Pak Bambang tadi langsung menusuk lobang kemaluan Fariha.

“Egghhmm, oohh, shitt, shitt”, Fariha menjerit badannya mengejang tatkala jari telunjuk Pak Bambang masuk kedalam liang kewanitaannya itu.

Badan Fariha pun langsung menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan, ketika Pak Bambang memainkan jarinya itu didalam lobang kemaluan Fariha. Nafas Fariha terengah-engah sambil mengerang kesakitan.

Dengan tersenyum terus dikorek-koreknyalah lobang kemaluan Fariha, sementara itu badan Fariha menggeliat-geliat jadinya, matanya merem-melek, mulutnya mengeluarkan rintihan-rintihan yang keluar dari mulutnya itu Pak Bambang menciumi bibir vagina Fariha sambil sesekali memasukkan lidahnya kedalam liang vagina Fariha, kepala Pak Bambang menghilang di bawah selangkangan Fariha sambil kedua tangannya dari bawah meremas -remas pantat Fariha.

Sementara Pak Dono meremas payudara kanan Fariha, dan mulutnya mengulum payudara Fariha satunya lagi.

“Pak Bambang, susu murid kesayanganmu ini gurih sekali, harum lagi, kualitas nomer satu”.

Pak Dono asyik menyantap payudara Fariha, yang ranum padat dan kenyal sekali.

“Ehhmmpphh, mmpphh, ouughh, sakii..iit, paa..ak”.

Fariha terus mengerang kesakitan pada kedua buah dadanya dan kenikmatan pada kemaluannya. Setelah beberapa menit lamanya, kemaluan Farihapun menjadi basah oleh cairan kewanitaannya, Pak Bambang kemudian mencabut jarinya.

Melihat Fariha yang meronta-ronta, Pak Bambang semakin bernafsu dan dia segera menghunjamkan penisnya ke dalam vagina Fariha yang masih perawan.

Walaupun vagina Fariha sudah basah oleh air liur Pak Bambang dan cairan vagina Fariha yang keluar, namun Pak Bambang masih merasakan kesulitan saat memasukkan penisnya, karena vagina Fariha yang perawan masih sangat sempit.

Fariha hanya dapat menangis dan berteriak kesakitan karena keperawanannya yang telah dia jaga selama ini akan direnggut dengan paksa seperti itu oleh gurunya sendiri. Lalu dengan ngacengnya Pak Bambang memasukkan batang penisnya lagi.

“Auw aduh duh sshh, saakkii..iitt, pakk.. ammpuu..uunn”, terdengar suara dari mulut Fariha yang terlihat kesakitan.

Dia mulai menangis sambil mendesah menikmati

Pak Bambang yang mengaduk-aduk liang peranakannya. Terlihat jelas raut wajah Fariha yang menahan sakit luar biasa pada selangkangannya.

Fariha sekarang lebih terdengar suara tertahan ketika penis disodok-sodokkan ke lubang memeknya.
“Huek, hek, hek aah oohh jangan, uh, duh, ampunn pakk”, ternyata Fariha telah orgasme.

Sungguh mengasyikan melihat expresi Fariha yang merem-merem sambil menggigit bibir bawahnya. Pak Bambang terus menggenjot memek Fariha.

Menit-menitpun berlalu dengan cepat, masih dengan sekuat tenaga Pak Bambang terus menggenjot tubuh Fariha, Farihapun nampak semakin kepayahan karena sekian lamanya Pak Bambang menggenjot tubuhnya.

Rasa pedih dan sakitnya seolah telah hilang, erangan dan rintihanpun kini melemah, matanya mulai setengah tertutup dan hanya bagian putihnya saja yang terlihat, sementara itu bibirnya menganga mengeluarkan alunan-alunan rintihan lemah, “Ahh, ahh, oouuhh”.

Lalu Pak Bambang memposisikan tubuh Fariha menungging. Pantat Fariha sekarang terlihat kokoh menantang, ditopang paha panjangnya yang putih dan tegak. Pak Bambang memasukkan kejantanannya yang berukuran 20 cm lebih itu ke vagina Fariha hingga terbenam seluruhnya, lalu dia menariknya lagi dan dengan tiba-tiba sepenuh tenaga dihujamkannya benda panjang itu ke dalam rongga vagina Fariha hingga membuatnya tersentak kaget dan kesakitan sampai matanya membelalak disertai teriakan panjang.

“Aaahh, Stoop, kumohon jangan”.

Kedua tangan Pak Bambang memegang pantat Fariha, sedangkan pinggulnya bergoyang-goyang berirama. Sesekali tangan Pak Bambang mengelus-elus pantat Fariha dan sesekali meremas payudara Fariha dari belakang.

Beberapa menit kemudian, Pak Bambang kembali mempercepat goyangan pinggulnya, kemudian dia menarik kedua tangan Fariha. Jadi sekarang persis seperti menunggangi kuda lumping, kedua tangan Fariha dipegang dari belakang sedangkan pantatnya digoyang seirama sodokan penis Pak Bambang.

Karena tidak disangga kedua tangannya lagi, kini buah dada Fariha tergencet di atas tikar tipis sebagai alas Fariha disetubuhi. Sedangkan wajah Fariha menghadap keatas dengan mulut menganga mengerang kesakitan. Melihat keadaan Fariha seperti itu, pak Bambang semakin bersemangat mengebor liang vagina Fariha.

“Anjingg, bangsaatt, perekk, loo, Fariha ngentoott, gue entotin loo”.

Pak Bambang merancau tak jelas. Dan akhirnya Pak Bambangpun berejakulasi di lobang kemaluan Fariha, kemaluannya menyemburkan cairan kental yang luar biasa banyaknya memenuhi rahim Fariha.

“Aa, aakkhh, oohh”, sambil mengejan Pak Bambang melolong panjang bak serigala, tubuhnya mengeras dengan kepala menengadah keatas.

“Aoohh, oouuhh, bangsaatt, shitt, shitt”.

Fariha mengumpat sambil mendesah, tubuhnya mengejang merasakan air mani Pak Bambang membanjiri rahimnya. Puas sudah dia menyetubuhi Fariha, rasa puasnya berlipat-lipat baik itu puas karena telah mencapai klimaks dalam seksnya, puas dalam menyetubuhi Fariha, puas dalam merobek keperawanan Fariha dan puas dalam memberi pelajaran kepada gadis nomor satu di sekolah itu.

Fariha menyambutnya dengan mata yang secara tiba-tiba terbelalak, dia sadar bahwa gurunya telah berejakulasi karena dirasakannya ada cairan-cairan hangat yang menyembur membanjiri vaginanya.

Cairan kental hangat yang bercampur darah itu memenuhi lobang kemaluan Fariha sampai sampai meluber keluar membasahi paha dan sprei kasur. Fariha yang menyadari itu semua, mulai menangis namun kini tubuhnya sudah lemah sekali.

Setelah itu Pak Andi maju untuk mengambil giliran. Kali ini Pak Andi mengangkat kedua kaki Fariha ke atas pundaknya, dan kemudian dengan tidak sabar dia segera menancapkan penisnya yang sudah tegang ke dalam vagina Fariha.

Pak Andi masih mengalami kesulitan saat memasukkan penisnya, meskipun vagina Fariha kini sudah licin oleh sperma Pak Bambang dan juga cairan vagina Fariha. Vagina Fariha masih sangat sempit. Kembali vagina Fariha diperkosa secara brutal oleh Pak Andi, dan Fariha lagi-lagi hanya dapat berteriak kesakitan.

“Bangsatt, akkhh, bajingaann, sudahh, sudahh, keparaatt”

Namun kali ini Fariha tidak berontak lagi, karena dia pikir itu hanya akan membuat gurunya semakin bernafsu saja.

Sementara itu Pak Andi terus memompa vagina Fariha dengan cepat sambil satu tangannya meremas-remas payudara Fariha yang bulat kenyal dan tidak lama kemudian dia mencapai puncaknya dan mengeluarkan seluruh spermanya di dalam vagina Fariha.

“Ooohh, makan nih pejuh gue”.

Fariha hanya dapat meringis kesakitan, tubuhnya telentang tidak berdaya di lantai. Walaupun tangan dan kakinya sudah tidak dipegangi lagi, dan membayangkan dirinya akan hamil karena saat ini adalah masa suburnya. Dia dapat merasakan ada cairan hangat yang masuk ke dalam vaginanya. Darah perawan Fariha dan sebagian sperma Pak Andi mengalir lagi keluar dari vaginanya.

“Hmmpphh, hhmmpp, oohhkk, oughh”, Fariha menjerit dengan tubuhnya yang mengejang ketika Pak Budi mulai menanamkan batang kemaluannya didalam lobang kemaluan Fariha.

Matanya terbelalak menahan rasa sakit dikemaluannya, tubuhnya menggeliat-geliat sementara Pak Budi terus berusaha menancapkan seluruh batang kemaluannya. Memang agak sulit selain meskipun sudah dimasuki dua penis tadi, usia Fariha juga masih tergolong muda sehingga kemaluannya masih sangat sempit.

Akhirnya dengan sekuat tenaganya, Pak Budi berhasil menanamkan seluruh batang kemaluannya didalam vagina Fariha. Tubuh Fariha berguncang-guncang disaat itu karena dia menangis merasakan sakit dan pedih tak terkirakan dikemaluannya itu. Diapun terus memohon kepada Pak Budi agar mau melepaskannya.

“Ahh, rasain loe, akhirnya aku bisa ngerasain jepitan memek kamu sayang”, bisiknya ketelinga Fariha.

“Oouuhh, Paakk, saakiitt, Paak, ampuunn”, rintih Fariha dengan suara yang megap-megap.

Jelas Pak Budi tidak perduli. Dia malahan langsung menggenjot tubuhnya memompakan batang kemaluannya keluar masuk lobang kemaluan Fariha.

“Aakkhh, oohh, oouuhh, oohhggh”, Fariha merintih-rintih, disaat tubuhnya digenjot Oleh Pak Budi, badannyapun semakin menggeliat-geliat.

Otot-otot dinding vaginanya kuat mengurut-urut batang kemaluan Pak Budi yang tertanam didalamnya, karenanya Pak Budi merasa semakin nikmat. Sambil memukuli perut Fariha dengan tangannya, berharap agar vagina Fariha mencengkram penisnya dengan lebih erat karena lobang vagina Fariha semakin mengendur.

Tiba-tiba Pak Budi mencabut penisnya dan dia duduk di atas dada Fariha. Pak Budi mendempetkan kedua buah payudara Fariha yang kecil dengan kedua tangannya dan menggosok-gosokkan penisnya di antara celah kedua payudara Fariha, sampai akhirnya dia memuncratkan spermanya ke arah wajah Fariha.

Fariha gelagapan karena sperma Pak Budi mengenai bibir dan juga matanya. Setelah itu Pak Budi masih sempat membersihkan sisa sperma yang menempel di penisnya dengan mengoleskan penisnya ke payudara Fariha dan ke puting susunya.

Kemudian Pak Budi menampar payudara Fariha yang kiri dan kanan berkali-kali, sehingga payudara Fariha berwarna kemerahan dan membuat Fariha merasa perih dan kesakitan.

Selanjutnya dua orang, Pak Joko dan Pak Dono maju. Mereka kini menyuruh Fariha untuk mengambil posisi seperti merangkak. Kemudian Pak Joko berlutut di belakang pantat Fariha dan mulai mencoba memasukkan penisnya ke lubang anus Fariha yang sangat sempit.

“Gila nih cewek, bokongnya montok banget kenyal lagi, lihat nih Tin paha si Fariha. Gempal, gede, Putih banget. Bener kata Pak Bambang” Kata Pak Joko.

“Ampuunn, jangan sodomi saya paakk, saya mohoonn”.

Membayangkan kesakitan yang akan dialaminya, Fariha mencoba untuk berdiri, tetapi kepalanya dipegang oleh Pak Dono yang segera mendorong wajah Fariha ke arah penisnya. Kini Fariha dipaksa mengulum dan menjilat penis Pak Dono. Penis Pak Dono yang tidak terlalu besar tertelan semuanya di dalam mulut Fariha.

Sementara itu, Pak Joko masih berusaha membesarkan lubang anus Fariha dengan cara menusuk-nusukkan jarinya ke dalam lubang anus Fariha.

“Akkhh, oohh, aahh, sshh, perihh, pakk”

Sesekali Pak Joko menampar pantat Fariha dengan keras, sehingga Fariha merasakan pantatnya panas.

“Gila nih perek, bokongnya gede tapi lobangnya kecil banget” Kemudian Pak Joko juga berusaha melicinkan lubang anus Fariha dengan cara menjilatinya.

Fariha merasakan sensasi aneh yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya saat lidah Pak Joko menjilati lubang anusnya. Ia berada dibelakang Fariha dengan posisi menghadap punggung Fariha.

Ketika lobang dubur Fariha agak terbuka, Pak Joko menuang sebotol minyak goreng kedalam lobang dubur Fariha. Setelah itu kembali direntangkannya kedua kaki Fariha selebar bahu, dan, “Aaakkhh.”, Fariha melolong panjang, badannya mengejang dan terangkat dari tempat tidur disaat Pak Jokol menanamkan batang kemaluannya didalam lobang anus Fariha.

Rasa sakit tiada tara kembali dirasakan didaerah selangkangannya, dengan agak susah payah kembali Pak Joko berhasil menanamkan batang kemaluannya didalam lobang anus Fariha, meskipun baru masuk setengahnya. Setelah itu tubuh Fariha kembali disodok-sodok, kedua tangan Pak Joko meraih payudara Fariha serta meremas-remasnya.

Tidak lama kemudian Fariha kembali menjerit kesakitan. Rupanya anusnya sudah jebol oleh penis Pak Joko yang berhasil masuk seluruhnya dengan paksa. Kini Pak Joko memperkosa anus Fariha perlahan-lahan, karena lubang anus Fariha masih sangat sempit dan kering.

Ketika Pak Joko menarik penisnya, mulut dubur Fariha ikut tertarik sehingga terlihat monyong keluar. Lalu Pak Joko menyodokkan lagi penisnya, sehingga kini dubur pantat Fariha mengempot.

“Aaakkhh, ouughh, sakii..iitt, pak, periihh, akuu, nggakk.. kuatt, pakk, periihh, sakiitt”.

Fariha menjerit keras sekali, ia baru saja merasakan rasa sakit yang teramat-sangat yang pernah dirasakannya. Pak Joko merasakan kesakitan sekaligus kenikmatan yang luar biasa saat penisnya dijepit oleh anus Fariha.

Pak Joko merasa penisnya lecet didalam pantat Fariha. Kenikmatan yang terus-menerus dirasakannya ketika menunggangi pantat Fariha. Tak terbayang bagaimana wajah orang tua Fariha, jika menyaksikan persetubuhan yang tidak manusiawi yang dialami putrinya. Anak perempuan yang mereka rawat dengan kasih sayang hingga remaja dan dibiayai, sekarang tubuhnya sedang menungging telanjang bulat, pantatnya disodomi oleh gurunya sendiri.

Seperempat jam lamanya Pak Joko menyodomi Fariha, waktu yang lama bagi Fariha yang semakin tersiksa itu.

“Eegghh, aakkhh, oohh”.

Dengan mata merem-melek serta tubuh tersodok-sodok, Fariha merintih-rintih, sementara itu kedua payudaranya diremas-remas oleh kedua tangan Pak Joko. Saat Fariha berteriak, kembali Pak Dono mendorong penisnya ke dalam mulut Fariha, sehingga kini Fariha hanya dapat mengeluarkan suara erangan yang tertahan, karena mulutnya penuh oleh penis Pak Dono. Tubuh Fariha terdorong ke depan dan ke belakang mengikuti gerakan penis di anus dan mulutnya.

Kedua payudara Fariha yang menggantung dengan indah bergoyang-goyang karena gerakan tubuhnya diremas-remas dengan brutal oleh Pak Joko. Fariha berteriak-teriak kesakitan.

“Aakkhh, oohh, oouhh, aammp, uunn, pakk”

Keadaan ini terus berlangsung sampai akhirnya Pak Joko dan Pak Dono mencapai klimaks hampir secara bersamaan. Pak Joko yang sudah tidak tahan karena seret dan panasnya dubur Fariha menyemburkan spermanya di dalam anus Fariha, Fariha merasakan perih pada rongga duburnya yang lecet tersiram sperma Pak Joko. Dan Pak Dono menyemburkan spermanya di dalam mulut Fariha. Fariha terpaksa menelan semua sperma Pak Dono agar dia dapat tetap bernafas.

Fariha hampir muntah merasakan sperma itu masuk ke dalam kerongkongannya, namun tidak dapat karena penis Pak Dono masih berada di dalam mulutnya. Fariha membiarkan saja penis Pak Dono berada di dalam mulutnya untuk beberapa saat sampai Pak Dono menarik keluar penisnya dari mulut Fariha. Sebagian sisi sperma Pak Dono yang tidak tertelan meluber keluar bercampur dengan air liur Fariha.

Kemudian Pak Dono memaksa Fariha untuk membersihkan penisnya dari sperma dengan cara menjilatinya. Pak Joko juga masih membiarkan penisnya di dalam anus Fariha dan sesekali masih menggerak-gerakkan penisnya di dalam anus Fariha, mencoba untuk merasakan kenikmatan yang lebih banyak. Fariha dapat merasakan kehangatan sperma di dalam lubang anusnya yang secara perlahan mengalir keluar dari lubang anusnya. Perih yang luar biasa dirasakan lobang pantat Fariha yang lecet-lecet.

Setelah Pak Joko mencabut penisnya dari anus Fariha, lalu Pak Dion mengambil kursi dan duduk di atasnya. Dia menarik Fariha mendekati dan mengangkat tubuh Fariha lalu memposisikan mengangkangi penisnya menghadap dirinya. Pak Dion kemudian mengarahkan penisnya ke vagina Fariha, dan kemudian memaksa Fariha untuk duduk di atas pangkuannya, sehingga seluruh penis Pak Dion langsung masuk ke dalam vagina Fariha.

“Aohh, oouuhh, sakii..itt, udahh, Paak, ngiluu paakk”, Fariha mengerang kesakitan.

Setelah itu, Fariha dipaksa bergerak naik turun, sementara Pak Dion meremas dan menjilati kedua payudara dan puting susu Fariha. Sesekali Pak Dion menyuruh Fariha untuk menghentikan gerakannya untuk menahan orgasmenya. Pak Dion dapat merasakan vagina Fariha berdenyut-denyut seperti memijat penisnya, dan dia juga dapat merasakan kehangatan vagina Fariha yang sudah basah.

Pak Dion masih belum puas. Dia memiringkan tubuh Fariha lalu mengangkat kaki kanan Fariha ke bahunya dan mulai menyodok-nyodokan penisnya di liang kemaluan Fariha. Fariha menahan sakit bercampur nikmat itu dengan menggigit bibirnya sendiri hingga berdarah, wajahnya yang sudah penuh air mata dan memar bekas tamparan itu tidak membuat iba gurunya itu. Pak Dion tanpa kenal ampun berkali-kali menghujamkan senjatanya dengan sepenuh tenaga.

Temannya yang gendut itu juga menjilati payudara Fariha yang bergoyang-goyang akibat irama pinggul Pak Dion, lidahnya bermain-main di ujung putingnya yang sudah sangat keras. Pak Dion tidak dapat bertahan lama, karena dia sudah sangat terangsang sebelumnya ketika melihat Fariha diperkosa oleh para rekannya, sehingga dia langsung memuncratkan spermanya ke dalam vagina Fariha.

Fariha kembali merasakan kehangatan yang mengalir di dalam vaginanya.

Selanjutnya, Pak Gatot yang mengambil giliran untuk memperkosa Fariha. Dia menarik Fariha dari pangkuan Pak Dion, kemudian dia sendiri tidur telentang di lantai. Fariha disuruh untuk berlutut dengan kaki mengangkang di atas penis Pak Gatot. Kemudian secara kasar Pak Gatot menarik pantat Fariha turun, sehingga vagina Fariha langsung terhunjam oleh penis Pak Gatot yang sudah berdiri keras.

“Akkhh, aakkhh, oogghh,”. teriakan memilukan keluar dari mulut Fariha.

Penis Pak Gatot, yang jauh lebih besar daripada penis-penis sebelumnya meskipun tubuhnya pendek yang memasuki vagina Fariha, masuk semuanya ke dalam vagina Fariha, membuat Fariha kembali merasakan kesakitan karena ada benda keras yang masuk jauh ke dalam vaginanya. Fariha merasa vaginanya dikoyak-koyak oleh penis Pak Gatot.

Pak Gatot memaksa Fariha untuk terus menggerakkan pinggulnya naik turun, sehingga penis Pak Gatot dapat bergerak keluar masuk vagina Fariha dengan leluasa. Kedua Payudara Fariha besar menggantung bebas, naik turun seirama tubuhnya.

Kemudian Pak Gatot menjepit kedua puting susu Fariha dan menariknya ke arah dadanya, sehingga kini payudara Fariha berhimpit dengan dada Pak Gatot. Pak Gatot benar-benar terangsang saat merasakan kedua payudara Fariha yang kenyal dan hangat menempel rapat ke dadanya. Melihat posisi seperti itu, Pak Joko melepas ikat pinggangnya dan mulai mencambuk punggung dan bongkahan pantat Fariha beberapa kali.

“Akkhh, aakhh, damn, shitt”, Fariha kembali merasakan perih luar biasa pada punggung, pantat, dan pahanya.

Cambukan Pak Joko sangat keras sehingga membuat garis lurus merah di kulit punggung pantat, dan paha Fariha.

Walaupun cambukan itu tidak terlalu keras, namun Fariha tetap merasakan perih dan panas di punggung dan pantatnya, sehingga dia berhenti menggerakkan pinggulnya. Merasakan bahwa gerakan Fariha terhenti, Pak Gatot marah.

Kemudian dia mencengkeram kedua belah pantat Fariha dengan tangannya, dan memaksanya bergerak naik turun sampai akhirnya Fariha menggerakkan sendiri pantatnya naik turun secara refleks. Pak Gatot mencengkram pinggul Fariha, lalu membuat goyangan memutar sehingga ia merasakan sensasi luar biasa dengan goyangan mengebor Fariha itu.

“Oohh, sshh, shh”, Pak Gatot mendesah kenikmatan, sambil merasakan pantat Fariha yang empuk basah menduduki selangkanganya.

Ketika Pak Gatot hampir mencapai klimaks, dia memeluk Fariha dan berguling, sehingga posisi mereka kini bertukar, Fariha tidur di bawah dan Pak Gatot di atasnya. Sambil mencium bibir Fariha dengan sangat bernafsu dan meremas payudara Fariha, Pak Gatot terus menggenjot vagina Fariha.

Tidak lama kemudian gerakan Pak Gatot terhenti. Pak Gatot mencabut penisnya keluar dari vagina Fariha dan segera menyemprotkan spermanya di sekitar bibir vagina Fariha. Kemudian dia menarik tangan kanan Fariha dan memaksa Fariha untuk meratakan sperma yang ada di sekitar vaginanya dengan tangannya sendiri.

Setelah itu Pak Heru, guru kimianya maju mengambil giliran memperkosa vagina Fariha. Ia mengangkat kedua kaki Fariha dan menyandarkannya diatas bahunya, Pak Heru menempelkan kepala penisnya di mulut vagina Fariha. Dengan kasar Pak Heru menyodokkan Penisnya dengan keras kedalam liang peranakan Fariha. Lalu ia mulai menggenjotnya. Hampir sepuluh menit Pak Heru memompa vagina Fariha dengan kasar, membuat vagina Fariha semakin terasa licin dan longgar.

Sebelum mencapai puncaknya, Pak Heru mencabut penisnya dari vagina Fariha dan memaksa Fariha untuk membuka mulutnya lebar-lebar untuk menampung spermanya. Setelah itu, Pak Heru memaksa Fariha untuk berkumur dengan spermanya dan kemudian menelannya. Semua orang disitu tertawa senang melihat itu, sementara Fariha menahan jijik dan rasa malu yang luar biasa karena diperlakukan dengan hina seperti itu. Kini wajah Fariha terlihat mBLenger oleh sperma milik Pak Heru.

Semua posisi yang mungkin dibayangkan dalam hubungan seks sudah dipraktekkan oleh para Guru Fariha terhadap tubuh Fariha. Kali ini Fariha tidak kuat lagi menahan orgasmenya yang ke 20, dan dia mengalami orgasme hebat, namun tidak sehebat yang pertama. Cairan Vaginanya sudah mulai habis. Rongga vaginanya mulai mengering, karena cairan vaginanya sudah hampir habis dkeluarkan.

Fariha merasakan sakit luar biasa pada rongga vaginanya. Ditambah penis para gurunya yang tak henti-hentinya menyodok dan menggesek rongga vaginanya yang kering, sehingga membuat rongga vaginanya lecet dan sobek. Hanya darah dari luka di rongga vaginanya lah yang membasahi daging kemaluannya dan burung yang tengah bersarang didalamnya.

Setelah delapan gurunya selesai memperkosa dirinya untuk kesekian kalinya, Fariha akhirnya pingsan karena kecapaian dan karena kesakitan yang menyerang seluruh tubuhnya terutama di vagina, anus dan juga kedua buah payudaranya. Fariha telah diperkosa secara habis-habisan selama empat jam lebih oleh gurunya sendiri. Dan semua kejadian itu direkam oleh Pak Bambang.

lebih-lebih ketika posisi kedua tangan Fariha yang terikat digantung keatas. Pak Andi menjilati dan menciumi ketik Fariha.

“Mmuuahh, ketek lo montok banget sih, rasanya asin tapi gurih dan baunya haruumm”

Liur pak Andi membasahi ketiak Fariha. Fariha kembali disetubuhi dari 2 arah tentu saja lubang anus dan vaginanya. Fariha kini hanya bisa menggigit bibir sambil kakinya menendang-nendang ke segala arah, sambil sesekali seperti orang mengejan.

“Ouughh, arrkhh, ouhh, udah paa..ak perih, sakiitt, ouughh, aa, akh”

Fariha terus berontak seperti orang kesetanan. Karena dubur Fariha mulai mengering, Pak Andi kembali membasahi dubur Fariha dan batang penisnya sendiri dengan minyak goreng agar licin. Pak Andi menyodomi Fariha untuk ke 4 kalinya. Dilanjutkan dengan Pak Joko lagi, yang senang sekali main sodomi. Apalagi dapat pantat semontok pantat Fariha, ia semakin bernafsu menghancurkan anus Fariha (Anal Destruction).

Kemudian mereka kembali menelentangkan Fariha di lantai, lalu mereka maju semua mencari bagian-bagian tubuh Fariha yang bisa di gunakan untuk memuaskan penis mereka. Pak Joko memasukkan penisnya ke dalam mulut Fariha, dan memaksa mengulumnya.

Pak Bambang menyarangkan Penisnya ke dalam memek Fariha yang berdarah-darah. Pak Andi melesakkan penisnya yang super besar dan panjang itu ke dalam lobang pantat Fariha yang sudah hancur. Pak Gatot menjepitkan penisnya di antara belahan payudara Fariha, kemudian menggosok-gosoknya sambil memelintir dan menarik puting susu Fariha yang coklat mungil dan membengkak.

Pak Dono menaruh penisnya di tengah-tengah ketiak kanan Fariha yang gemuk putih dengan beberapa helai rambutnya, lalu menjepitnya dan memaju mundurkan penisnya di dalam jepitan ketiak Fariha. Sedangkan Pak Budi melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Pak Dono dengan Menjepitkan penisnya ke ketiak Fariha yang sebelah kiri.

Sedangkan Pak Heru Meraih tangan kanan Fariha, kemudian memaksa tangannya mencengkram penisnya lalu membantu tangan Fariha untuk mengocoknya. Yang terakhir yaitu Pak Dion, melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Pak Heru dengan tangan Kiri Fariha.

Akhirnya Fariha yang sudah tidak kuatpun pingsan, dengan Vagina dan anusnya yang dalam keadaan rusak parah, dan terus mengeluarkan darah, sisa sperma, dan sisa cairan vagina dan duburnya. Kedua payudaranya bengkak memerah dan lecet-lecet, puting susunya yang coklat mungil sobek.

Darah dan sperma berceceran dimana-mana. Sudah puas para guru tersebut, mereka membersihkan diri lalu meninggalkan tubuh Fariha yang bugil dan berlepotan darah dan sperma dalam keadaan pingsan.

Setelah para guru Fariha pergi, muncullah beberapa siswa pria di sekolah Fariha yang diam-diam mengikuti gurunya. Ketika menemui tubuh Fariha yang pingsan dalam keadaan telanjang bulat. Mereka mulai memperkosa tubuh Fariha yang masih tidak sadar. Satu diantara mereka menelepon teman-temannya di sekolah.

Sekitar 20 menit kemudian datanglah sekitar 40 siswa laki-laki di sekolah Fariha. Lalu mereka mulai menikmati tubuh Fariha secara bergantian ataupun bersama-sama. Ketika sadar, Fariha hanya bisa teriak dan memohon, ia tidak punya cukup tenaga untuk melawan. Ia hanya bisa menyaksikan dirinya diperkosa oleh teman-temannya sendiri. Teman-temannya yang sudah lama bermimpi bisa menyetubuhi Fariha, akhirnya tercapai juga.

Setelah puas semua, mereka meninggalkan tubuh Fariha yang pingsan lagi untuk kesekian kalinya itu. Liang vaginanya sudah menganga sangat lebar, merah membengkak, dan sudah tidak berbentuk lagi. Dengan darah segar yang terus mengalir dari lobang vaginanya.

Lobang duburnya pun sudah sangat lebar dengan keadaan rusak parah dengan bentuk berantakan, dengan darah, sperma dan cairan kekuningan yang keluar terus menerus dari liang duburnya. Dan dari sela-sela bibirnya mengalir sperma dan air liur dari dalam mulutnya. Wajahnya tetap cantik dengan masih mengenakan kacamata selama ia diperkosa. Tetapi menampakkan penderitaan yang begitu berat.

Karena merasa kasihan, beberapa temannya mengantarkan Fariha ke kostnya. Fariha selalu merasakan perih dan rasa sakit yang teramat sangat ketika ia harus buang air kecil. Karena liang pengeluaran air seninya masih bengkak dan agak tertutup lipatan daging mulut vaginanya yang sobek. Dan juga ketika buang air besar, karena lobang duburnya membuka sangat lebar dan belum mau menutup kembali. Jadi setiap saat, anusnya mengeluarkan kotorannya tanpa Fariha sadari.

Setelah peristiwa tersebut, Fariha terus mengunci diri dalam kamar dan diam membisu ketika ditanyai oleh teman ataupun keluarganya. Beberapa hari kemudian Fariha pulang ke asalnya, dan tinggal dengan ortunya.

Fariha mengalami shock berat, dan tidak bisa melanjutkan sekolahnya. Sementara para guru yang memperkosa Fariha, bebas beraktivitas karena Fariha tidak berani memberi kesaksian. Fariha terperangkap dalam trauma perkosaan itu untuk selama hidupnya. Sedangkan para guru yang memperkosanya masih sibuk mencari mangsa siswinya yang lain.

cerita dewasa, kumpulan cerita sex, blowjob, handjob, cerita sex dewasa, cerita seks dewasa, tante girang, daun muda, pemerkoHeri, cerita seks artis,cerita sex artis, cerita porno artis,cerita hot artis, cerita sex, cerita kenikmatan,cerita bokep, cerita ngentot,cerita hot, bacaan seks, cerita, Kumpulan Cerita Seks, onani dan Masturbasi, cerita seks tante,blog cerita seks, seks,sedarah seks, cerita 17 tahun,cerita bokep

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*